MUDAUPDATE.COM — Ketua Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa (BPPM) DPW PKS Aceh, Muhamad Yasir, menyampaikan perkembangan terkini kondisi pascabencana di Aceh dalam agenda Konsolidasi BPPM PKS se-DKI Jakarta yang digelar pada Sabtu, 3 Januari 2026, di Aula DPW PKS DKI Jakarta. Pemaparan disampaikan secara daring melalui Zoom Meeting dengan tema “Anak Muda PKS Tangguh, Bersama Rakyat di Saat Bencana”.

Dalam keterangannya, Yasir menjelaskan bahwa dampak banjir bandang di Aceh terjadi di banyak wilayah dan belum dapat dikatakan pulih meskipun telah berlangsung lebih dari 33 hari. Beberapa daerah yang terdampak antara lain Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, hingga Pidie Jaya.

“Di Pidie Jaya, lumpur yang tersisa mencapai dua hingga tiga meter. Banyak rumah tidak lagi layak huni, bahkan berubah menjadi kolam. Dengan kondisi seperti ini, pemulihan ekonomi masyarakat diperkirakan akan berlangsung lama,” ujar Yasir.

Ia membandingkan situasi tersebut dengan bencana tsunami 2004 yang lebih terpusat di Banda Aceh. Menurutnya, banjir bandang kali ini menyebar di banyak titik dan daerah, sehingga proses pemulihan menjadi lebih kompleks.

Yasir juga menyoroti bahwa hingga saat ini bencana tersebut belum ditetapkan sebagai bencana sosial berskala nasional, sehingga membutuhkan penguatan solidaritas dan dukungan dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Yasir mengapresiasi peran dan kepedulian kader serta struktur PKS, yang dinilai aktif menyuarakan solidaritas sehingga bantuan untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat lebih optimal.

“Relawan PKS selalu hadir di lokasi terdampak, meskipun dengan keterbatasan tenaga dan sumber daya. Bantuan yang kami berikan bukan hanya untuk satu atau dua bulan, tapi pemulihan ini bisa memakan waktu satu hingga dua tahun,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa kader dan pemuda PKS di Aceh saat ini fokus menjadi relawan. Di Aceh Tamiang, misalnya, relawan bersama warga baru dapat membersihkan sebuah masjid setelah lima kali pelaksanaan salat Jumat pascabencana, dan kini masjid tersebut sudah kembali dapat digunakan.

Yasir turut mengungkapkan bahwa jajaran Pengurus PKS DPW Aceh baru saja melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada 21–24 Desember 2025. Namun, mulai 25 Desember, hujan kembali mengguyur Aceh Tengah yang berada di wilayah pegunungan dan mengalami longsor serta banjir bandang. Ia bersyukur seluruh pengurus DPW PKS Aceh dalam kondisi selamat.

“Kami yang berada di daerah terdampak bencana berharap kawan-kawan di daerah yang tidak terdampak dapat lebih kuat berkontribusi untuk kebaikan. Mohon doa dan, bila memungkinkan, kehadiran langsung untuk membantu saudara-saudara kami di Aceh,” ujarnya.

Selain Muhamad Yasir, agenda konsolidasi ini juga menghadirkan Muhammad Yusron, Ketua BPPM DPW PKS Sumatera Utara, dan Syofian Hendri, Ketua BPPM DPW PKS Sumatera Barat, sebagai narasumber yang turut menyampaikan kondisi dan respon kebencanaan di wilayah masing-masing.

Kegiatan konsolidasi tersebut dihadiri oleh Ketua BPPM DPP PKS, Ketua DPW PKS DKI Jakarta, serta Ketua BPPM DPW PKS DKI Jakarta, bersama jajaran BPPM DPD, DPC, Garuda Keadilan dan Gema Keadilan.

Melalui forum ini, PKS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan anak muda yang tangguh, responsif, dan hadir bersama rakyat, khususnya dalam situasi krisis dan kebencanaan.

Iklan