MUDAUPDATE.COM- Ketua Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa (BPPM) DPW PKS Sumatera Barat, Syofian Hendri, menjadi salah satu narasumber dalam agenda Konsolidasi BPPM PKS se-DKI Jakarta yang digelar pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung secara luring di Aula DPW PKS DKI Jakarta dan daring melalui Zoom Meeting, dengan tema “Anak Muda PKS Tangguh, Bersama Rakyat di Saat Bencana”.

Selain Syofian Hendri, konsolidasi ini juga menghadirkan Muhamad Yasir, Ketua BPPM DPW PKS Aceh, serta Muhammad Yusron, Ketua BPPM DPW PKS Sumatera Utara, yang masing-masing menyampaikan pembaruan kondisi kebencanaan di wilayahnya.

Dalam pemaparannya, Syofian Hendri menjelaskan bahwa bencana banjir bandang di Sumatera Barat merupakan musibah yang tidak dapat dihindari, namun menjadi pelajaran berharga dalam penguatan kesiapsiagaan dan solidaritas. Ia mengungkapkan bahwa banjir bandang kembali terjadi dengan ketinggian air mencapai dua meter, dan seluruh kader PKS di daerah berada di lokasi untuk membantu warga terdampak.

“Kondisi di Sumatera Barat saat ini masih kekurangan tenaga relawan. Kepanduan PKS membutuhkan suntikan anak-anak muda yang siap bergerak, tidak hanya untuk penanganan saat bencana, tetapi juga persiapan menghadapi bencana selanjutnya,” ujar Syofian.

Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar justru berada pada fase pascabencana, termasuk pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. Syofian menyebutkan bahwa beberapa daerah terdampak dipimpin oleh kepala daerah dan pimpinan DPRD dari PKS, sehingga tanggung jawab pelayanan kepada rakyat menjadi semakin besar.

Berdasarkan data yang disampaikan, bencana di Sumatera Barat berdampak pada sekitar 296 ribu jiwa, dengan 16.164 jiwa mengungsi. Korban meninggal dunia tercatat 240 orang, 93 orang hilang, serta banyak warga mengalami luka-luka. Dari sisi infrastruktur, ribuan rumah mengalami rusak berat dan ringan, termasuk rumah ibadah dan fasilitas kesehatan. Wilayah yang terdampak paling parah antara lain Kabupaten Agam, banyak rumah kader dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga tidak tampak atap bangunan.

“Sebagian warga, termasuk kader, telah kami pindahkan ke hunian sementara. Untuk pemulihan Sumatera Barat pascabencana, dibutuhkan dukungan dari pusat dengan estimasi anggaran sekitar Rp15 triliun agar proses recovery dapat berjalan optimal,” katanya.

Syofian juga menyampaikan bahwa BPPM PKS Sumatera Barat telah melakukan konsolidasi bersama Garuda Keadilan dan Gema Keadilan untuk menjadi garda terdepan dalam kerja-kerja kemanusiaan, serta mendorong regenerasi kepanduan muda karena sebagian relawan senior sudah memasuki usia purna tugas lapangan.

“Kami membutuhkan doa dan dukungan bersama. Kekuatan terbesar kita adalah solidaritas antarkader. Mari kita ciptakan kepanduan-kepanduan muda yang siap hadir bersama rakyat,” ujarnya.

Kegiatan konsolidasi ini dihadiri oleh Ketua BPPM DPP PKS, Ketua DPW PKS DKI Jakarta, serta Ketua BPPM DPW PKS DKI Jakarta, bersama jajaran BPPM di berbagai tingkatan.

Melalui forum ini, PKS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan anak muda yang tangguh, solid, dan responsif, serta memperkuat peran kepemudaan dalam kerja-kerja kemanusiaan. Syofian menutup dengan optimisme bahwa PKS semakin kokoh dan terus dicintai rakyat Indonesia.

Salam Pemuda.

Iklan