MUDAUPDATE.COM — Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menegaskan bahwa anak muda PKS memiliki peran strategis dalam menentukan arah perjuangan partai di tengah dinamika politik nasional dan perubahan global yang semakin cepat. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Konsolidasi Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa se-DKI Jakarta.
Menurut Suhud, generasi muda PKS tidak cukup hanya memiliki semangat dan militansi, tetapi juga harus memahami lanskap politik, lanskap global, serta peta kompetisi yang dihadapi. Anak muda PKS harus tahu dengan siapa berhadapan, dengan siapa bersaing, dan ke mana arah perjuangan harus digerakkan.
“Anak muda PKS harus mengerti lanskap politik dan dinamika global. Harus paham berhadapan dengan siapa, bersaing dengan siapa, dan memperjuangkan apa. Tanpa itu, gerakan akan kehilangan arah,” tegas Suhud.
Ia menekankan bahwa perubahan geopolitik, ekonomi global, dan disrupsi teknologi menuntut kader muda PKS untuk memiliki kesadaran zaman serta kemampuan membaca konteks sosial secara tepat. Dalam pandangannya, anak muda PKS tidak boleh menjadi penonton, tetapi harus tampil sebagai pelaku perubahan.
Lebih lanjut, Suhud menegaskan bahwa gerakan kepemudaan PKS harus dibangun di atas pondasi yang kokoh, yaitu nilai-nilai Islam, serta dijalankan secara berkelanjutan (istimroriyah), bukan sekadar gerakan sesaat atau momentum musiman.
“Pertama, pondasi kita harus kokoh, yaitu Islam. Kedua, gerakan itu harus sustain, harus istimroriyah. Bukan hanya ramai di awal, lalu berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Sebagai upaya memastikan keberlanjutan dan dampak jangka panjang, Suhud menjelaskan bahwa DPW PKS DKI Jakarta mengembangkan desain kampanye dan program kerja berbasis Integrated, Direct, Permanent (IDP). Konsep ini menekankan keterpaduan lintas bidang, kerja yang langsung menyentuh masyarakat, serta dilakukan secara terus-menerus.
“IDP artinya terintegrasi, langsung, dan permanen. Satu program bisa dikerjakan secara kolaboratif oleh berbagai bidang, tidak berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Menurut Suhud, pendekatan IDP juga menjadi instrumen untuk merapikan barisan dan memperkuat kolaborasi antarstruktur, sehingga gerakan PKS, termasuk PKS Muda, lebih efektif, terarah, dan berdampak luas.
Ia berharap, melalui konsolidasi ini, anak muda PKS di DKI Jakarta mampu menerjemahkan nilai Islam, pemahaman zaman, serta konsep IDP ke dalam kerja-kerja nyata yang relevan dengan kebutuhan generasi muda dan persoalan rakyat.




